🥋 PEDOMAN PENDIDIKAN & KURIKULUM
PENCAK SILAT LUGAY KANCANA
Integrasi Fungsi Jurus • Anatomi Gerak • Biomekanika • Pendidikan Karakter
Membantu setiap pesilat memahami bukan hanya bagaimana melakukan gerakan, tetapi juga apa fungsi gerakan, kemampuan tubuh yang dilatih, nilai pendidikan yang ditanamkan, dan bagaimana melakukannya dengan aman.
📚 Daftar Isi
- Landasan dan Tujuan Pendidikan
- Prinsip Mengajar dan Tahapan Pembelajaran
- Anatomi Fungsional dan Biomekanika
- Fungsi Materi Dasar dan Jurus Latihan
- Kurikulum Berdasarkan Tingkat Sabuk
- Penyesuaian Latihan Berdasarkan Usia
- Rencana Pembelajaran dan Contoh Sesi
- Evaluasi dan Ujian Kenaikan Tingkat
- Keselamatan Latihan dan Pertolongan Pertama
- Pendidikan Karakter dan Etika Pesilat
- Lembar Dokumentasi dan Evaluasi
📖 BAB 1. LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN
🔹 1.1 Hakikat pendidikan pencak silat
Pendidikan pencak silat Lugay Kancana diarahkan pada pengembangan manusia secara utuh: kemampuan gerak, kebugaran, kecakapan beladiri yang bertanggung jawab, kepekaan budaya, mental, dan akhlak.
🔹 1.2 Tujuan pembinaan
Mengembangkan koordinasi, keseimbangan, kelenturan, kekuatan, daya tahan, kecepatan, dan kelincahan sesuai usia.
Menguasai sikap dasar, langkah, pola gerak, jurus, ibing, dan materi perguruan sesuai tingkat.
Memahami fungsi gerak serta prinsip mekanika tubuh secara sederhana dan benar.
Mampu menjaga keselamatan diri dan pasangan latihan.
Mengembangkan disiplin, keberanian yang terkendali, tanggung jawab, sportivitas, dan rasa hormat.
Menjaga identitas serta nilai tradisi Lugay Kancana.
🔹 1.3 Kompetensi utama pesilat
| Ranah | Kompetensi | Bukti penguasaan |
|---|---|---|
| Fisik-motorik | Keseimbangan, koordinasi, kekuatan, daya tahan | Tes kebugaran dan observasi |
| Teknik | Sikap, langkah, tangkisan, elakan, jurus dan rangkaian | Demonstrasi sesuai standar |
| Kognitif | Memahami nama, urutan, fungsi dan prinsip gerak | Tanya jawab dan penjelasan |
| Afektif | Disiplin, hormat, tanggung jawab, pengendalian diri | Observasi perilaku |
| Budaya-seni | Ibing, irama, ekspresi, filosofi dan tata gerak | Penampilan dan pemahaman nilai |
| PEGANGAN PELATIH Benar sebelum cepat; seimbang sebelum kuat; terkendali sebelum bertenaga; paham sebelum menghafal; selamat sebelum sempurna. |
|---|
📖 BAB 2. PRINSIP MENGAJAR DAN TAHAPAN PEMBELAJARAN
| Tahap | Tugas pelatih | Tugas pesilat |
|---|---|---|
| Orientasi | Menyebut nama, tujuan, dan risiko gerak | Mendengar dan memahami |
| Demonstrasi | Memperagakan dari sudut yang jelas | Mengamati bentuk dan arah |
| Uraian bagian | Memecah gerak menjadi unsur sederhana | Mencoba bagian demi bagian |
| Latihan terpimpin | Memberi koreksi singkat dan spesifik | Mengulang dengan kontrol |
| Penggabungan | Menyatukan unsur menjadi rangkaian | Melakukan rangkaian utuh |
| Penerapan | Memberi variasi aman dan konteks | Menunjukkan pemahaman |
| Refleksi | Mengecek pemahaman dan memberi umpan balik | Menyebut fungsi dan perbaikan |
🔹 2.1 Metode pengajaran
Gunakan satu atau dua fokus koreksi dalam satu pengulangan.
Demonstrasikan dari depan dan samping bila arah tubuh sulit dipahami.
Gunakan hitungan, penanda lantai, atau irama untuk konsistensi.
Berikan umpan balik yang dapat diamati: posisi kaki, arah pandangan, kestabilan, ritme, dan kontrol.
Koreksi perilaku dan gerak, bukan harga diri peserta didik.
🔹 2.2 Struktur sesi latihan 90 menit
| Bagian | Durasi contoh | Isi |
|---|---|---|
| Pembukaan | 5 menit | Salam, pemeriksaan kondisi, tujuan |
| Pemanasan | 13 menit | Mobilitas sendi, gerak dinamis, aktivasi |
| Materi inti I | 22 menit | Teknik dasar atau unsur jurus |
| Materi inti II | 23 menit | Penggabungan jurus, ibing atau pasangan aman |
| Kebugaran | 12 menit | Latihan sesuai usia dan sasaran |
| Pendinginan | 10 menit | Gerak ringan, napas, peregangan nyaman |
| Evaluasi | 5 menit | Refleksi dan catatan |
📖 BAB 3. ANATOMI FUNGSIONAL DAN BIOMEKANIKA
Anatomi membantu pelatih memahami bagian tubuh yang bergerak dan struktur yang perlu dilindungi. Pengetahuan ini digunakan untuk memperbaiki postur, mengatur beban, mengenali tanda cedera, dan mengajarkan gerakan dengan aman.
| Sistem | Fungsi latihan | Pengamatan pelatih |
|---|---|---|
| Tulang dan sendi | Penyangga dan ruang gerak | Keselarasan lutut, pinggul, bahu, tulang belakang |
| Otot | Menghasilkan dan mengendalikan gerak | Kontrol saat menekuk, memutar, mendarat |
| Saraf | Koordinasi, sensasi, refleks | Respons aba-aba dan keseimbangan |
| Pernapasan | Pertukaran oksigen dan pengaturan napas | Tidak menahan napas berlebihan |
| Sirkulasi | Mengalirkan darah dan mendukung kerja tubuh | Tanda kelelahan, pusing, sesak |
🔹 3.1 Enam prinsip biomekanika
| Prinsip | Makna sederhana | Hubungan dengan jurus |
|---|---|---|
| Pusat massa | Keseimbangan tubuh secara keseluruhan | Sikap pasang dan perpindahan berat |
| Basis tumpuan | Area kontak kaki dengan lantai | Kestabilan kuda-kuda |
| Rantai kinetik | Koordinasi kaki, panggul, badan hingga lengan | Keselarasan gerak seluruh tubuh |
| Rotasi | Putaran terkontrol segmen tubuh | Iringan badan dan perubahan arah |
| Rentang gerak | Batas gerak sendi yang nyaman | Sikap dan mobilitas |
| Kontrol deselerasi | Kemampuan memperlambat dan menghentikan gerak | Akhir jurus yang stabil |
🔹 3.2 Pertanyaan observasi
Apakah telapak kaki menapak dan tubuh stabil?
Apakah lutut mengikuti arah kaki dan tidak dipaksa?
Apakah tulang belakang berada dalam posisi nyaman?
Apakah gerak bahu dan lengan terkendali?
Apakah pesilat dapat berhenti tanpa kehilangan keseimbangan?
Apakah napas tetap teratur?
| ZONA YANG WAJIB DILINDUNGI Kepala, leher, tulang belakang, dada, perut, dan persendian besar memerlukan perhatian khusus. Hindari pukulan atau tekanan pada kepala dan leher, benturan keras, manipulasi sendi sampai nyeri, serta latihan yang menimbulkan mati rasa. |
|---|
📖 BAB 4. FUNGSI MATERI DASAR DAN JURUS LATIHAN
Fungsi berikut merupakan kerangka pendidikan dan analisis gerak. Rincian urutan jurus khas perguruan harus disesuaikan dengan naskah dan demonstrasi resmi Guru Besar.
🔹 4.1 Sikap dasar dan kuda-kuda
| Materi | Fungsi gerak | Kemampuan dilatih | Indikator |
|---|---|---|---|
| Sikap tegak dan hormat | Kesiapan dan etika | Postur, fokus, disiplin | Tubuh tegak wajar dan tertib |
| Sikap pasang | Kesiapan bergerak dan menjaga ruang | Keseimbangan dan kewaspadaan | Tidak kaku, berat terkendali |
| Kuda-kuda depan | Tumpuan dan perpindahan berat | Kekuatan tungkai | Lutut nyaman dan arah kaki selaras |
| Kuda-kuda tengah | Kekuatan dan kontrol posisi rendah | Daya tahan tungkai | Punggung terkendali |
| Kuda-kuda samping | Pergeseran berat ke sisi | Kekuatan lateral | Tidak memaksa lutut |
| Transisi kuda-kuda | Menghubungkan posisi | Kelincahan dan koordinasi | Perpindahan terkendali |
🔹 4.2 Langkah dan pola lantai
| Materi | Fungsi pembelajaran |
|---|---|
| Langkah maju/mundur | Kontrol perpindahan berat dan pengaturan jarak |
| Langkah samping | Koordinasi lateral dan kesadaran ruang |
| Langkah serong | Perubahan arah dan orientasi tubuh |
| Putaran/perubahan arah | Koordinasi kaki, panggul, dan badan |
| Pola lantai | Ingatan urutan dan orientasi ruang |
🔹 4.3 Senam Silat
Senam Silat menjadi materi pengondisian tubuh dan pengenalan pola gerak. Fungsinya meliputi pemanasan spesifik, mobilitas, koordinasi, ritme, kekuatan dasar, kelenturan aktif, dan kesiapan mengikuti materi teknik.
| Unsur | Fungsi | Catatan pelatih |
|---|---|---|
| Mobilitas bahu dan pinggul | Menyiapkan rentang gerak | Tidak memaksa batas gerak |
| Koordinasi tangan-kaki | Membangun sinkronisasi | Mulai lambat lalu tambah ritme |
| Gerak batang tubuh | Kontrol postur dan rotasi | Hindari putaran mendadak |
| Gerak tungkai | Kekuatan dan daya tahan | Sesuaikan repetisi dengan usia |
| Pernapasan | Mengatur usaha dan pemulihan | Tidak menahan napas |
🔹 4.4 Jurus Ibing Papat Kalima Pancer
Materi ini dapat mengembangkan koordinasi, orientasi ruang, ritme, keseimbangan, ingatan rangkaian, dan penghayatan gerak. Makna filosofis istilah Papat Kalima Pancer harus mengikuti ajaran resmi perguruan.
| Aspek | Fungsi pembelajaran | Cara melatih |
|---|---|---|
| Arah/unsur gerak | Kesadaran orientasi dan perubahan arah | Penanda arah dan pola lantai |
| Pancer/pusat | Kesadaran posisi tubuh dan keseimbangan | Berhenti stabil pada posisi akhir |
| Ibing/irama | Keteraturan tempo dan ekspresi | Hitungan lalu iringan |
| Transisi | Kelancaran hubungan antarbagian | Latihan per frasa gerak |
| Penghayatan | Kesadaran makna dan karakter | Diskusi nilai dan demonstrasi |
| DOKUMENTASI RESMI DIPERLUKAN Tuliskan urutan baku, nama gerak, arah hadap, hitungan, iringan, dan filosofi yang disahkan Guru Besar. Buku ini tidak mengarang urutan atau makna adat yang belum diberikan. |
|---|
🔹 4.5 Jurus Tunggal Baku IPSI
Materi ini diajarkan sesuai pedoman dan ketentuan resmi IPSI yang berlaku. Dalam kurikulum internal, materi ini mengembangkan daya ingat motorik, ketepatan urutan, keseimbangan, koordinasi, ritme, ekspresi, dan disiplin terhadap standar teknik.
Pisahkan pembelajaran menjadi rangkaian pendek sebelum digabungkan.
Latih arah hadap, sikap awal, transisi, dan sikap akhir.
Gunakan hitungan untuk membangun konsistensi.
Evaluasi ketepatan urutan dan kualitas gerak, bukan hanya kecepatan.
Periksa aturan pertandingan terbaru bila digunakan untuk kompetisi.
🔹 4.6 Seni Ganda
Seni Ganda merupakan latihan berpasangan yang mengembangkan komunikasi gerak, timing, jarak, koordinasi, ekspresi, dan kepercayaan. Fungsi pendidikannya terletak pada ketepatan skenario, kerja sama, dan kemampuan memperagakan teknik secara aman.
| Unsur | Fungsi | Standar keselamatan |
|---|---|---|
| Kesepakatan skenario | Menyamakan urutan dan peran | Kedua pesilat memahami rangkaian |
| Jarak dan timing | Ketepatan koordinasi | Tidak ada kontak keras yang tidak perlu |
| Tangkisan/elakan | Memperagakan respons gerak | Kecepatan dinaikkan bertahap |
| Kontrol dan pelepasan | Penguasaan tanpa mencederai | Tidak mengunci sampai nyeri |
| Jatuhan/peragaan | Keselamatan dan artistik | Matras dan teknik jatuh yang dikuasai |
| Penutup | Estetika dan disiplin | Akhiri dalam posisi stabil |
🔹 4.7 Ibing Pareredan, Tepak 2 dan Tepak 3
Materi ini dipertahankan sebagai bagian kurikulum Lugay Kancana. Fungsi pendidikan yang dapat dikembangkan meliputi penguasaan irama, pola gerak, koordinasi, transisi, ekspresi, penghayatan, dan identitas tradisi. Struktur irama, urutan, nama gerak, serta standar penampilan harus mengikuti pakem dan dokumentasi internal.
| Materi | Fokus pengajaran | Bukti penguasaan |
|---|---|---|
| Ibing Pareredan | Irama, pola, transisi, penghayatan | Gerak konsisten sesuai pakem |
| Tepak 2 | Ketepatan pola dan irama | Mampu memperagakan urutan dan tempo |
| Tepak 3 | Koordinasi rangkaian dan penghayatan | Konsisten dan memahami struktur |
📖 BAB 5. KURIKULUM BERDASARKAN TINGKAT SABUK
| Tingkat | Fokus pembinaan | Materi inti yang disarankan | Syarat kemajuan |
|---|---|---|---|
| Putih | Pengenalan dan adaptasi | Etika, sikap dasar, langkah dasar, senam sederhana, koordinasi | Mengikuti instruksi dan menjaga keselamatan |
| Kuning | Fondasi gerak | Variasi kuda-kuda, langkah, tangkisan/elakan dasar, rangkaian pendek | Stabilitas dan urutan meningkat |
| Hijau | Pengembangan teknik | Ibing Papat Kalima Pancer bertahap, kebugaran, pola gerak, dasar seni ganda | Menjelaskan fungsi dan memperagakan dengan kontrol |
| Biru | Pemantapan dan kombinasi | Jurus lebih lengkap, seni ganda bertahap, ibing dan Tepak | Konsistensi dan tanggung jawab pasangan |
| Merah | Penguasaan lanjut | Pemantapan materi, irama, pendampingan junior | Menjadi teladan dan membantu latihan dasar |
| Coklat | Kepemimpinan teknik | Pendalaman, analisis gerak, koreksi dasar, asistensi | Mengajar materi terbatas di bawah pengawasan |
| Hitam | Pengabdian dan pendalaman | Kurikulum, filosofi, metodologi, etika, pelestarian tradisi | Penilaian khusus dan pengesahan perguruan |
🔹 5.1 Sistem bintang atau subtingkat
Jika digunakan penanda bintang 1–5, setiap bintang perlu memiliki capaian yang jelas: ketepatan urutan, kualitas teknik, kebugaran, pemahaman fungsi, dan kemampuan membantu pengajaran. Hindari kenaikan hanya berdasarkan lama hadir.
🔹 5.2 Peta kompetensi
| Kompetensi | Dasar | Menengah | Lanjut |
|---|---|---|---|
| Teknik | Meniru gerak dasar | Menggabungkan rangkaian | Memperagakan dan mengoreksi |
| Fisik | Koordinasi dan kebugaran umum | Kekuatan dan daya tahan spesifik | Kapasitas sesuai usia dan kebutuhan |
| Pengetahuan | Mengenal nama gerak | Menjelaskan fungsi | Menganalisis dan mengajar |
| Seni | Mengikuti irama | Menjaga pola dan ekspresi | Menguasai penampilan dan pembinaan |
| Karakter | Disiplin diri | Tanggung jawab pasangan | Teladan dan pembimbing |
📖 BAB 6. PENYESUAIAN LATIHAN BERDASARKAN USIA
| Kelompok | Prioritas | Metode | Perhatian |
|---|---|---|---|
| Usia dini | Gerak dasar, keseimbangan, koordinasi | Permainan gerak dan cerita | Durasi pendek, tanpa kontak keras |
| Anak | Fondasi teknik, disiplin, kebugaran umum | Pengulangan dengan variasi | Pengawasan dekat |
| Praremaja | Koordinasi kompleks dan teknik dasar | Latihan bertahap dan kelompok | Perhatikan pertumbuhan |
| Remaja | Pemantapan teknik, daya tahan, seni ganda | Latihan spesifik dan evaluasi | Beban meningkat bertahap |
| Dewasa | Penguasaan teknik, kebugaran, kepemimpinan | Latihan individual dan kelompok | Sesuaikan kondisi fisik |
🔹 6.1 Prinsip pembelajaran anak
Instruksi pendek, satu fokus setiap waktu.
Gunakan permainan untuk melatih langkah, keseimbangan, reaksi, dan koordinasi.
Utamakan kemajuan proses, bukan membandingkan anak.
Berikan jeda minum dan pemulihan.
Hindari hukuman fisik, benturan, dan latihan sampai kelelahan ekstrem.
📖 BAB 7. RENCANA PEMBELAJARAN DAN CONTOH SESI
🔹 7.1 Contoh sesi 90 menit
| Menit | Kegiatan | Tujuan |
|---|---|---|
| 0–5 | Pembukaan dan pemeriksaan kondisi | Kesiapan dan keselamatan |
| 5–18 | Pemanasan dinamis | Kesiapan tubuh |
| 18–30 | Senam Silat | Koordinasi dan pola gerak |
| 30–50 | Materi jurus | Ketepatan dan ingatan motorik |
| 50–65 | Latihan fungsi gerak | Keseimbangan, langkah, kontrol |
| 65–77 | Kebugaran | Daya tahan dan kekuatan dasar |
| 77–85 | Pendinginan | Pemulihan |
| 85–90 | Evaluasi dan penutup | Refleksi dan catatan |
🔹 7.2 Rencana empat pertemuan: Ibing Papat Kalima Pancer
| Pertemuan | Fokus | Kegiatan | Indikator |
|---|---|---|---|
| 1 | Orientasi dan struktur | Tujuan, pengenalan pola, bagian awal | Mengenali pola dan istilah |
| 2 | Arah dan transisi | Orientasi, langkah, hubungan gerak | Perpindahan lebih stabil |
| 3 | Ritme dan penghayatan | Hitungan, iringan, ekspresi sesuai pakem | Ritme dan urutan konsisten |
| 4 | Rangkaian dan evaluasi | Peragaan utuh dan penjelasan fungsi | Memperagakan dan menjelaskan |
🔹 7.3 Rencana empat pertemuan: Seni Ganda
| Pertemuan | Fokus | Kegiatan | Indikator |
|---|---|---|---|
| 1 | Kesepakatan dan jarak | Pembagian peran, aba-aba berhenti, tanpa kontak | Memahami skenario |
| 2 | Timing dan koordinasi | Gerak lambat dan transisi | Gerak selaras dan terkontrol |
| 3 | Kualitas penampilan | Ekspresi, pola lantai, konsistensi | Peragaan jelas dan aman |
| 4 | Evaluasi | Peragaan utuh dan refleksi | Kerja sama dan keselamatan |
🔹 7.4 Latihan fisik pendukung
| Kemampuan | Contoh latihan | Tujuan |
|---|---|---|
| Keseimbangan | Berdiri satu kaki dengan pengawasan | Kontrol postur |
| Koordinasi | Pola langkah mengikuti aba-aba | Respons dan koordinasi |
| Kekuatan | Squat tanpa beban, push-up modifikasi | Kekuatan dasar |
| Daya tahan | Jalan cepat, lari ringan, permainan interval | Kapasitas aerobik |
| Kelincahan | Lintasan kerucut dengan perubahan arah | Kontrol perubahan arah |
| Mobilitas | Gerak sendi dinamis dan peregangan nyaman | Rentang gerak fungsional |
📖 BAB 8. EVALUASI DAN UJIAN KENAIKAN TINGKAT
Penilaian harus transparan, konsisten, sesuai usia dan tingkat sabuk. Pesilat dinilai dari proses dan hasil, bukan hanya kemampuan tampil satu kali.
| Aspek | Bobot contoh | Indikator |
|---|---|---|
| Teknik dan urutan | 30% | Ketepatan, sikap, transisi, kontrol |
| Fungsi dan pemahaman | 15% | Mampu menjelaskan tujuan materi |
| Kebugaran | 15% | Kemajuan sesuai usia dan kondisi |
| Seni dan irama | 15% | Ritme, ekspresi, konsistensi |
| Sikap dan etika | 15% | Disiplin, hormat, tanggung jawab |
| Keselamatan dan kerja sama | 10% | Mengikuti aba-aba, menjaga pasangan |
Bobot di atas adalah contoh rancangan dan dapat diubah melalui keputusan perguruan. Untuk usia dini, utamakan perkembangan dan partisipasi dibanding standar performa kompetitif.
| Skor | Kriteria | Makna |
|---|---|---|
| 4 | Sangat baik | Mandiri, konsisten, memahami fungsi, aman |
| 3 | Baik | Menguasai dengan sedikit koreksi |
| 2 | Berkembang | Memahami sebagian, perlu bimbingan |
| 1 | Perlu pembinaan | Belum konsisten atau belum memahami instruksi |
Etika, sikap, dan pengetahuan dasar perguruan.
Senam Silat dan kebugaran sesuai usia.
Sikap dasar, kuda-kuda, dan langkah.
Materi jurus sesuai tingkat sabuk.
Ibing, Tepak, atau seni ganda sesuai kurikulum.
Penjelasan fungsi gerakan dan keselamatan latihan.
📖 BAB 9. KESELAMATAN LATIHAN DAN PERTOLONGAN PERTAMA
🔹 9.1 Pemeriksaan sebelum latihan
Periksa lantai, matras, ruang gerak, cuaca, dan perlengkapan.
Tanyakan kondisi peserta: sakit, pusing, cedera, atau kelelahan.
Pastikan kuku pendek, aksesori dilepas, dan pakaian aman.
Jelaskan aba-aba berhenti dan larangan kontak berbahaya.
Sesuaikan pasangan berdasarkan ukuran tubuh, pengalaman, dan kemampuan.
🔹 9.2 Tanda bahaya
Penurunan kesadaran atau kebingungan setelah benturan kepala.
Nyeri leher atau tulang belakang, kelemahan, atau mati rasa.
Kesulitan bernapas, nyeri dada, atau pingsan.
Perdarahan berat, perubahan bentuk tulang, atau nyeri hebat.
Kebingungan, kolaps, atau kondisi memburuk akibat panas.
🔹 9.3 Tindakan dasar
Hentikan latihan dan amankan area.
Nilai respons dan pernapasan korban tanpa membahayakan penolong.
Hubungi layanan gawat darurat atau fasilitas kesehatan bila ada tanda bahaya.
Jangan memindahkan korban yang diduga cedera leher/tulang belakang kecuali ada bahaya langsung.
Jangan memaksa sendi kembali ke posisi atau meminta korban melanjutkan latihan.
Catat kejadian dan informasikan kepada orang tua/wali untuk peserta anak.
| ATURAN MUTLAK Tidak ada nilai jurus, kemenangan, atau target latihan yang lebih penting daripada keselamatan pesilat. |
|---|
📖 BAB 10. PENDIDIKAN KARAKTER DAN ETIKA PESILAT
| Nilai | Perilaku | Contoh penerapan |
|---|---|---|
| Hormat | Menghargai guru, orang tua, pasangan | Salam, mendengar instruksi, tidak merendahkan |
| Disiplin | Tertib dan konsisten | Hadir tepat waktu dan menjaga perlengkapan |
| Pengendalian diri | Tidak menyalahgunakan kemampuan | Menghindari provokasi dan kekerasan |
| Tanggung jawab | Menjaga diri dan kelompok | Melaporkan cedera dan menjaga kebersihan |
| Sportivitas | Jujur dan menerima hasil | Mengakui kesalahan dan menghormati lawan |
| Pelestarian budaya | Menjaga nilai dan tata tradisi | Mempelajari sejarah dan pakem perguruan |
| Kepemimpinan | Membantu tanpa merasa lebih tinggi | Membimbing junior dengan santun |
Kemampuan beladiri harus disertai kedewasaan. Pesilat menggunakan keterampilannya untuk melindungi diri, menghindari konflik, membantu orang lain secara bertanggung jawab, dan menjaga nama baik perguruan.
📖 LAMPIRAN A. KARTU ANALISIS FUNGSI JURUS
Gunakan satu lembar untuk setiap jurus atau rangkaian gerak resmi. Isi dan sahkan bersama Guru Besar atau pemegang otoritas teknik perguruan.
| Kolom dokumentasi | Isian |
|---|---|
| Nama jurus/materi | ........................................................................ |
| Tingkat sabuk | ........................................................................ |
| Sumber/pengesah materi | ........................................................................ |
| Tujuan pembelajaran | ........................................................................ |
| Urutan gerak resmi | ........................................................................ |
| Arah hadap dan pola lantai | ........................................................................ |
| Hitungan/irama/iringan | ........................................................................ |
| Fungsi gerak dan kemampuan | ........................................................................ |
| Prinsip anatomi/biomekanika | ........................................................................ |
| Kesalahan umum | ........................................................................ |
| Koreksi pelatih | ........................................................................ |
| Risiko dan modifikasi keselamatan | ........................................................................ |
| Nilai filosofi/budaya yang disahkan | ........................................................................ |
| Tanggal revisi dan pengesahan | ........................................................................ |
📘 LAMPIRAN B. LEMBAR EVALUASI PESILAT
| Identitas | Catatan |
|---|---|
| Nama pesilat | ........................................................................ |
| Kelompok usia | ........................................................................ |
| Tingkat sabuk | ........................................................................ |
| Periode evaluasi | ........................................................................ |
| Kehadiran | ........................................................................ |
| Aspek | Skor 1–4 | Catatan pelatih |
|---|---|---|
| Sikap dan etika | ||
| Kebugaran | ||
| Sikap dasar dan langkah | ||
| Senam Silat | ||
| Jurus sesuai tingkat | ||
| Ibing/Tepak/seni ganda | ||
| Pemahaman fungsi gerak | ||
| Keselamatan dan kerja sama |
Rekomendasi: ☐ Lanjut materi ☐ Pengulangan ☐ Siap ujian ☐ Pembinaan khusus
Tanda tangan pelatih: ____________________ Tanggal: ____________________
📘 LAMPIRAN C. JURNAL LATIHAN
| Tanggal | Materi | Target sesi | Hasil/catatan | Tindak lanjut |
|---|---|---|---|---|
📘 LAMPIRAN D. GLOSARIUM
| Istilah | Pengertian |
|---|---|
| Anatomi | Ilmu tentang struktur tubuh |
| Biomekanika | Kajian prinsip mekanika pada gerak tubuh |
| Keseimbangan | Kemampuan menjaga kestabilan tubuh |
| Koordinasi | Kerja sama bagian tubuh dalam menghasilkan gerak |
| Kuda-kuda | Posisi tumpuan tubuh dalam pencak silat |
| Ibing | Rangkaian gerak seni dengan karakter atau irama tertentu |
| Jurus | Rangkaian gerak dengan susunan dan tujuan pembelajaran |
| Rantai kinetik | Koordinasi beberapa segmen tubuh dalam gerak |
| Ligamen | Jaringan penghubung tulang dengan tulang |
| Tendon | Jaringan penghubung otot dengan tulang |
| Propriosepsi | Kemampuan merasakan posisi dan gerak bagian tubuh |
| Repetisi | Pengulangan gerakan |
📘 RUJUKAN DASAR PENGEMBANGAN
World Health Organization, Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour (2020).
American College of Sports Medicine (ACSM), pedoman umum aktivitas fisik dan prinsip latihan.
National Strength and Conditioning Association (NSCA), prinsip latihan kekuatan dan pengondisian fisik.
American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS), materi pencegahan dan penanganan cedera olahraga.
IPSI dan PERSILAT, peraturan serta pedoman teknis yang berlaku untuk materi pertandingan.
📘 PENUTUP
Kurikulum yang baik tidak berhenti pada banyaknya jurus yang dikuasai. Kurikulum yang baik menghasilkan pesilat yang memahami gerak, menjaga keselamatan, menghormati tradisi, mampu mengendalikan diri, dan siap meneruskan ilmu secara bertanggung jawab.
Pedoman ini diharapkan menjadi dokumen hidup yang diperbarui melalui evaluasi pelatih, pengesahan Guru Besar, dokumentasi jurus, dan perkembangan kebutuhan pembinaan Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana.
Kepala, leher, tulang belakang, dada, perut, dan persendian besar harus dilindungi. Hentikan latihan bila muncul nyeri tajam, mati rasa, pusing, sesak, atau tanda cedera. Tidak ada target jurus yang lebih penting daripada keselamatan pesilat.

Komentar